Senin, 29 Juni 2015

Kufurkah Aku Terhadap Waktu Luangku?

Malu rasanya. Serasa ditampar dan disadarkan lewat mulut anak-anak kecil, lewat suaranya yang menggetarkan hati.

Jum'at yang lalu, tepatnya Jumat, 27 Juni 2015 aku bersama teman-teman asatidz (pengajar) TPA Baturrahmah mendampingi santri-santri kami menampilkan hafalannya di Masjid At-Tauhid. Masjid kampung sebelah. Ini adalah hari pertamaku kembali mendampingi mereka setelah setahun vakum untuk fokus belajar.

Mengenakan seragam asatidz kebanggaan kami dengan hati yang senang, aku datang ke Masjid Al-Ma'ruf. Sudah berlarian di sana santri-santri ku dengan beberapa asatidz yang lain.

"Ayo sekarang duduk dulu, di tata. Nanti tampilnya duduk yang rapi, ya!" Ustadzah Hanifa memberi komando. Komando yang lembut, yang menyihir peri-peri periang menjadi tenang.

Mereka mulai menghafal. Semua asatidz mendampingi menghafal. Subhanallah...



Subhanallah....
Subahanllah....
Subhanallah....

Aku bahkan tidak bisa mengikuti. Mereka membaca surat Ar-Rahman ayat 1-40. Aku hanya terdiam di belakang. Malu rasaya. Serasa ditampar dan disadarkan lewat mulut anak-anak kecil, lewat suaranya yang menggetarkan hati.

Setahun aku tak mendengar mereka mengaji. Hari itu, hari dimana aku merasa sangat bodoh. Apa yang aku lakukan selama ini? Yang kukejar hanya dunia. Astaghfirullahal'adzim...

Aku hanya hafal beberapa ayat awal hari itu, bahkan tidak sampai 10, tapi mereka? 40 ayat. Hanya satu atau dua dari mereka yang baru saja tamat SD. Sementara yang lain lebih muda. Semua asatidz sudah bisa mendampingi mengahafal. Hanya aku. Hanya aku yang belum hafal. Hanya aku. Hari itu akulah yang paling bodoh. Hari itu aku merasa nilai yang kukejar selama vakum dari TPA tidak ada artinya. Nilai 100,0 ku bahkan terasa lebih rendah dari pada hafalan mereka. Aku merasa tidak pantas menyebut mereka sebagai santri-ku lagi.

Apa yang sudah kuhabiskan selama ini? Sia-sia kah yang ku lakukan? Kufur kah aku terhadap waktu luangku? Astaghfirullahal'adzim...

Semoga santri-santri yang hebat itu Allah kuatkan imannya untuk terus menghafal. Untuk tidak pernah berhenti mencintai Al-Qur'an. Untuk bisa berdakwah nantinya. Untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain dengan keislamannya. Semoga menjadi amal jadi bagi teman-teman asatidzku yang telah membimbing mereka sepenuh hati.

Semoga perjuangan teman-temanku tidak hanya sampai di 40 ayat atau seluruh Ar-Rahman. Tapi sebanyak mungkin, hingga lebih banyak murid yang hafal Al-Qur'an, hingga lebih banyak lagi Muslim yang cinta Al-Qur'an. Semoga aku juga bisa ikut berjuang dalam perjuangan-perjuangan selanjutnya... Aku mencintai kalian karena Allah